-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mari Belajar Bersyukur, Jangan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Pernah membaca sebuah cerita seperti ini, Elang berkata: "Jika aku diberikan kesempatan untuk hidup sekali lagi, aku ingin hidup menjadi seekor kelinci, punya makanan dan tempat tinggal, bahkan dilindungi oleh manusia." Kelinci berkata: " Jika aku diberikan kesempatan untuk hidup sekali lagi, aku ingin menjadi seekor elang, terbang berkelana ke seluruh penjuru, membunuh ayam dan memburu kelinci dengan sesuka hati. "

Setiap orang selalu mempunyai keinginan untuk hidup seperti orang lain. Namun, sebenarnya banyak masalah yang ada di dalam kehidupan kita ini dikarenakan kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain, sehingga melupakan apa yang sudah ada dalam diri kita. Jika kita melakukan perbandingan dengan tepat, maka itu bisa menjadi sebuah motivasi untuk diri kita. Akan tetapi, saat kita memaksakan diri untuk mengejar perbandingan tersebut, itu akan menjadi sebuah kesulitan.

Saat menuju dewasa, kita akan bertemu dengan orang orang atau masalah-masalah yang akan membuat diri kita semakin berkembang. Seperti halnya kutipan berikut: "Manusia selalu suka membandingkan dirinya dengan orang lain untuk melihat siapa yang lebih baik dari dirinya dan siapa yang tidak sebaik dirinya. Namun, sebenarnya yang menjadi beban pikiran dan kesedihan kita bukanlah karena kesedihan dan ketidakbahagiaan orang lain, melainkan ketidakbahagiaan diri kita sendiri."

Saat menuju dewasa, akan ada pertemuan dan juga perpisahan. Seiring berjalannya waktu, menjadi dewasa bukanlah suatu hal yang mudah, kita akan dihadapi dengan berbagai masalah, dari masalah yang kecil hingga masalah yang besar. Namun, setiap orang memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah. Ada orang yang saat dihadapi dengan masalah akan mengalihkan tanggung jawabnya ke orang lain, dan ada bukanlah suatu hal yang mudah, kita akan dihadapi dengan berbagai masalah, dari masalah yang kecil hingga masalah yang besar. Namun, setiap orang memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah. Ada orang yang saat dihadapi dengan masalah akan mengalihkan tanggung jawabnya ke orang lain, dan ada orang yang saat dihadapi dengan masalah akan memilih jalan pintas dan sebagainya. Kesibukan kerja dapat membuat seseorang menyerah dengan mudahnya, mulai membandingkan jalan hidupnya dengan orang lain, mulai menyalahkan keadaan, dan menyalahkan orang lain atas semua ketidakbahagiaan yang menimpa dirinya, namun tidak pernah mengintrospeksi diri.

Membandingkan diri dengan orang lain adalah kegiatan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, setiap manusia memiliki kelebihan yang bisa membuat orang merasa kagum dan memiliki kekurangan yang membuat kita merasa tidak puas. Jika tidak ada perbandingan, siapa pun akan hidup dengan nyaman.

Membandingkan kekurangan sendiri dengan kelebihan orang lain akan menyebabkan beban untuk diri sendiri. Proses yang normal tidak seindah yang dipikirkan, hal bagus yang kita lihat dari orang lain adalah haril jerih payah mereka, proses ini hanya akan diketahui oleh diri sendiri.

Cobalah untuk menerima ketidaksempurnaan diri kita, dengan begitu barulah akan mendapat kebahagiaan yang sebenarnya. Meskipun IQ kita nol dan penampilan biasa biasa saja, juga tidak bergantung pada orang lain, tetapi harus tetap percaya pada diri sendiri, tetap bekerja keras dan menikmati hidup. Di panggung kehidupan ini, setiap orang adalah pemeran utama. Daripada mendapatkan pengakuan dari orang lain, lebih baik menjalankan kehidupan sendiri dengan nyaman.

Belajarlah bersyukur, memiliki pendirian yang teguh dan bersinar dengan terang di dunia yang kita cintai ini.
Munawir M. Kaili
Munawir M. Kaili A Father | Who dedicated his life to his Religion, family and Nation.


close