-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran Ibu dan Ayah dikeluarga

Ibuku selalu berpesan kepadaku :

Nak, tertawalah riang di hadapan ayahmu manakala beliau pulang ke rumah,

Karena dunia luar itu begitu kejamnya sehingga dapat membahayakan ayahmu...

Tahukah kau nak, apa beda ibu dengan ayah?

Ibu membawamu (mengandungmu) di dalam rahim selama 9 bulan, namun ayahmu membawamu seumur hidupnya, tanpa kau sadari...

Ibu berupaya kuat agar kau tak merasa lapar, namun ayahmu lah yang mengajarimu agar kau tak kelaparan lagi, tanpa kau fahami...

Ibu menggendongmu (dengan memelukmu) di dada, namun ayahmu menggendongmu di punggungnya, tanpa kau perhatikan...

Cinta ibu ini sudah kau kenali mulai dari semenjak kau lahir, namun cinta ayahmu 'kan kau ketahui setelah kau menjadi seorang ayah... Karena itu bersabarlah dengan baik...

Ibu, memang tak ternilai harganya, sementara ayahmu, takkan bisa dikembalikan oleh waktu.

Pengasuhan yang baik adalah keterlibatan kedua orang tua atau ibu-ayah dalam mendidik anak. Islam mengajarkan bahwa tanggung jawab pengasuhan tidak hanya jatuh ke tangan ibu, melainkan juga ayah. Berikut ini dalil ayat Al-Quran yang menggambarkan peran ayah dalam pengasuhan anak.

Selama ini, pengasuhan kerap dikaitkan dengan sosok ibu. Masyarakat memandang bahwa ibu lebih berperan dalam pengasuhan anak di rumah. Sementara itu, ayah bertanggung jawab untuk bekerja dan menafkahi anak-istrinya.

Akan tetapi, pada dasarnya ayah juga berperan dalam mendidik dan mengasuh anak. Hal ini dicontohkan dalam kisah-kisah teladan dalam Al-Quran. Misalnya, kisah Luqman yang menasihati anaknya, Nabi Ibrahim yang mendidik Ismail agar menjadi anak saleh, Nabi Zakariya dan anaknya, Nabi Yahya, dan lain sebagainya.

Peran penting ayah dalam keluarga ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam :  “Seorang ayah adalah bagian tengah dari gerbang surga. Jadi, tetaplah di gerbang itu atau lepaskan," (H.R. Tirmidzi).

surah Luqman ayat 16-18 menceritakan mengenai keteladanan Luqman yang mendidik, menasihati, dan membangun interaksi positif dengan anaknya.

Nasihat Luqman ini begitu terkenal agar anaknya tidak menjadi sosok sombong, selalu berbuat baik, dan rutin mendirikan salat.

"(Luqman berkata): 'Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui," (QS. Luqman [31]: 16)

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)," (QS. Luqman [31]: 17).

Munawir M. Kaili
Munawir M. Kaili A Father | Who dedicated his life to his Religion, family and Nation.


close