-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menggapai 1001 Hajat Dengan Shalawat

Pembaca yang dirahmati Allah, ada satu amalan yang saya mohon agar amalan ini diberikan perhatian yang lebih. Amalan ini sangatlah sederhana, mudah dilakukan, tapi manfaatnya sangat luar biasa. Amalan ini adalah bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. ternyata manfaat shalawat sangat banyak yaitu dapat mempermudah untuk menggapai 1001 hajat atau keinginan yang di impikan. 

Saya sakin semua kita sering bershalawat. Tapi kali ini saya ingin, Saudara membawa shalawat kepada Rasulullah dengan penuh rasa cinta. Demi Allah, tidak ada di antara kita yang bisa dan mampu membalas kebaikan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk kita semua.

Manfaat Shalawat

Bershalawat kepada Nabi Muhammad, satu kali shalawat, kita akan mendapatkan 10 kali rahmat.

عن أبي هريرة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال،مَنْ صَلَّى عَليَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرا (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah, SesungguhNya rasulullah SAW telah Bersabda : "Barang siapa bersholawat kepadaku sekali, maka Allah memberi sholawat untuknya sepuluh kali." (HR. Muslim)

Itu baru satu kali! Bershalawat satu kali, maka kita akan mendapatkan 10 kali rahmat.


Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi Nabi kebanggaan kita, Rahmatan lil 'alamin, termulia akhlaknya, paling mulia akhlaknya terhadap istrinya dan terhadap yang lainnya. Itulah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kemudian, dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad, kita bukan hanya akan mendapatkan 10 kali rahmat, tapi kita juga dijamin akan mendapatkan syafaat beliau di hari Kiamat.

Bahasa syafaat, yang semua kita sudah tahu, semua ber keinginan mendapatkan syafaat. Semua berdoa mengharapkan syafaat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi kita belum tahu sejauh mana kemuliaan syafaat yang kita tunggu, yang nanti akan diberikan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Syafaat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sesuatu yang kita harapkan, bukan hanya umat Islam, tapi seluruh manusia di hari Kiamat mengharapkan syafaat beliau. Itulah yang disebut dengan asy-syafa'atul kubra, yaitu syafaat yang paling agung yang Allah izinkan Nabi Muhammad untuk diberikan kepada umatnya.

Dikisahkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, bahwa pada hari Kiamat nanti, Nabi kita Muhammad adalah pemimpin seluruh manusia.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أنا سيد الناس يوم القيامة

"Sesungguhnya aku adalah pemimpin manusia pada hari Kiamat.

Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian di suatu tempat. Ada pengawas yang mengawasi mereka. Maka sampailah manusia pada puncak kesusahan dan kepayahan. Mereka pun saling bertanya,

ألا تنظرون من يشفع لكم إلى ربكم؟

Tidakkah kalian melihat orang yang dapat memberi syafaat kalian di hadapan Tuhan kalian?"

Lalu ada di antara mereka yang berkata, 'Bapak kalian,

Adam.' Lalu, mereka mendatangi Nabi Adam dan berkata, 'Wahai

Adam, engkau adalah bapak manusia. Allah menciptakanmu.

dengan tangan-Nya dan Allah menempatkanmu di surga.

اشفع لنا إلى ربك؟

Tidakkah engkau akan memberi syafaat kepada kami di hadapan Tuhanmu?'

Nabi Adam 'Alaihis salam menjawab, 'Sesungguhnya Allah pernah melarangku mendekati pohon, namun aku melanggarnya. Nafsi, nafsi, nafsi! (Oh diriku, diriku, diriku!) Pergilah kalian kepada selainku! Pergilah kepada Nuh!'

Maka orang-orang pun mendatangi Nabi Nuh, lalu berkata, 'Wahai Nuh, Engkau adalah Rasul pertama untuk penduduk bumi.

Tidakkah engkau akan memberikan syafaat kepada kami di hadapan Tuhan?" Nabi Nuh menjawab, 'Sesungguhnya aku dahulu memiliki doa

yang aku pakai untuk mendoakan keburukan atas kaumku. Nafsi,

nafsi, nafsi! (Oh diriku, diriku, diriku!) Pergilah kalian kepada

selainku! Pergilah kalian kepada Ibrahim.'

Maka mereka berbondong-bondong mendatangi Nabi Ibrahim. Lalu, mereka berkata, 'Wahai Ibrahim! Engkau adalah Nabi Allah dan kekasih-Nya dari penduduk bumi.

اشفع لنا إلى ربك!

Syafaatilah kami di hadapan Tuhanmu! Tidakkah Engkau melihat keadaan kami?'

Nabi Ibrahim pun berkata kepada mereka, 'Sungguh, pada hari ini,

Tuhanku telah murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi

sebelum dan sesudahnya, seperti kemurkaan-Nya pada hari ini.

Sedangkan aku pernah berdusta tiga kali. Oh diriku, diriku, diriku!

Pergilah kepada selainku! Pergilah kepada Musa!'

Maka orang-orang mendatangi Musa, lalu berkata, "Wahai Musa! Engkau adalah utusan Allah. Berikanlah syafaat untuk kami di hadapan Tuhanmu!?'

Nabi Musa menjawab, 'Sesungguhnya aku pernah membunuh jiwa seseorang, padahal aku tidak diperintahkan membunuhnya. Nafsi, nafsi, nafsi! (Oh diriku, diriku, diriku!) Pergilah kalian kepada selainku! Pergilah kalian kepada Isa!'


Mereka pun mendatangi Nabi Isa 'Alaihis salam, lalu berkata, 'Wahai Isa! Engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya, yang telah disampaikan kepada Maryam, serta ruh daripada-Nya.

Syafaatilah kami di hadapan Tuhanmu! Tidakkah Engkau melihat keadaan kami? Nabi Isa 'Alaihis salam menjawab, 'Sesungguhnya pada hari ini Tuhanku telah murka dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelum dan sesudahnya, seperti kemurkaan-Nya pada hari ini. (Nabi Isa tidak menyebutkan dosanya) Nafsi, nafsi, nafsi! (Oh

diriku, diriku, diriku!) Pergilah kalian kepada selainku! Pergilah
 kalian kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam!'

Akhirnya, pergilah mereka mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka berkata, 'Wahai Muhammad! Engkau adalah utusan Allah. Dan engkau adalah penutup para Nabi. Dan sungguh Allah telah mengampuni bagimu dosa yang telah lalu, dan dosa yang akan datang. Berikanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu! Tidakkah engkau memperhatikan keadaan kami?"

Kemudian aku pergi ke bawah Arsy, aku bersujud kepada Allah, kemudian Allah membukakan untukku pujian-pujian dan baiknya sanjungan kepada-Nya, sesuatu yang tidak dibukakan kepada seorang pun sebelumku.

Lalu dikatakan (kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam),

يا محمد، ارفع رأسك، سل تعطه واشفع تشفع

'Wahai Muhammad! Angkatlah kepalamu dan mintalah apa pun, maka engkau akan diberi. Dan berilah syafaat kepada siapa pun, sesungguhnya engkau akan diberi wewenang memberikan syafaat.'

Maka aku mengangkat kepalaku dan berkata,

أمني يا رب، أمتي يا رب، أمني يا رب

'Ummatku wahai Allah, ummatku wahai Allah, umatku wahai Allah...!"

Rasulullah bercerita lagi, "Kemudian aku memberikan syafaat dan Dia memberikan aku batasan, lalu aku memasukkan orang-orang ke dalam surga.

Kemudian aku kembali kepada Rabb-ku 'Azza wa Jalla untuk yang kedua kalinya, dan ketika aku melihat Rabb-ku, aku langsung jatuh sujud kepada Rabb-ku, kemudian Dia membiarkanku bersujud sekehendak-Nya. Kemudian dikatakan, 'Bangunlah ya Muhammad! Berkatalah, maka engkau akan didengarkan! Memintalah, maka engkau akan diberikan! Dan mintalah syafaat, maka engkau akan diberi hak untuk memberikan syafaat.'

Maka aku pun mengangkat kepalaku dan memuji-Nya dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku, kemudian aku memberikan syafaat dan Dia memberikan aku batasan, lalu aku memasukkan orang-orang ke dalam surga.

Kemudian aku kembali kepada Rabb-ku 'Azza wa Jalla untuk yang ketiga kalinya, dan ketika aku melihat Rabb-ku, aku langsung tersungkur bersujud kepada Rabb-ku, kemudian Dia membiarkanku bersujud sekehendak-Nya. Kemudian dikatakan, 'Bangunlah ya Muhammad! Berkatalah, maka engkau akan didengarkan! Me mintalah, maka engkau akan diberikan! Dan mintalah syafaat, maka engkau akan diberi hak untuk memberikan syafaat.'

Maka aku mengangkat kepalaku dan memuji-Nya dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku, kemudian aku memberikan syafaat dan Dia memberikan aku batasan, lalu aku memasukkan orang-orang ke dalam surga.

Kemudian aku kembali kepada Rabb-ku 'Azza wa Jalla untuk yang keempat kalinya, lalu aku berkata, 'Wahai Rabb, tidak ada yang tersisa kecuali orang yang terhalang oleh Al-Qur'an dan wajib kekal di neraka."

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda, "Akan dikeluarkan dari neraka siapa saja yang mengucapkan laa ilaaha illallaah dan dalam hatinya mempunyai kebaikan seberat sebiji gandum, kemudian akan keluar dari neraka siapa saja yang mengucapkan laa ilaaha illallaah dan dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji tepung, dan akan keluar dari neraka siapa saja yang mengucapkan laa ilaaha illallaah sedang dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji atom."

Pembaca yang dirahmati Allah, maka seseorang yang banyak bershalawat di dunia, niscaya dialah yang paling berhak mendapatkan syafaat dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di hari Kiamat. Karena itu adalah janji beliau.

أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة

"Manusia yang paling layak terhadapku (yaitu yang paling layak mendapatkan syafaat dariku) pada hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR. at-Tirmidzi)

Amat berbahagialah seseorang yang banyak bershalawat sehingga ia dekat dengan Nabi Muhammad di hari Kiamat. Karena Nabi Muhammad bukanlah Nabi yang biasa. Tapi Nabi Muhammad adalah Nabi yang menjadi penolong kita di hari Kiamat.

Seandainya ada umat Nabi Muhammad yang masuk ke dalam Neraka Jahannam, ternyata masih ada harapan baginya untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Siti Aisyah pernah meminta doa kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, tolong doakan aku!"

Rasulullah pun mendoakan, "Allaahummaghfir li 'Aaisyah, maa taqaddama min dzambihaa wamaa ta akhkhar Maa qaddamat wa maa akhkharat. Wa maa asarrat wa maa a'lamat."

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa, istriku, Aisyah. Dosa yang lama maupun yang baru. Dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi." Siti Aisyah mengaminkan doa Nabi Muhammad dan menangis.

la bangga dan senang. Lalu saking bahagia dan senangnya ia pun tertawa. Sampai Rasulullah melihat Siti Aisyah. "Apakah engkau senang dengan doaku?"

Aisyah menjawab, "Bagaimana aku tidak senang. Aku merasa sangat bahagia dengan doamu untukku wahai Rasulullah." Apa kata Rasulullah?

"Ketahuilah wahai Aisyah, ketahuilah, bahwa doaku yang baru ini untukmu, itulah selalu doaku untuk umatku di setiap shalat." Itu doa Nabi Muhammad buat kita.

Setiap shalat, beliau selalu mendoakan kita, "Ya Allah, ampuni lah dosa-dosa umatku, dosa yang lama dan dosa yang baru, dosa yang tersembunyi dan dosa yang terang-terangan."

Setiap shalat, itulah doa Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk kita semua. Sungguh sangat perhatian Nabi kita Muhammad kepada umatnya.

Lalu apa yang diminta oleh beliau kepada kita, umatnya? Ternyata Rasulullah tidak minta banyak dari kita.

Salah satu yang diminta oleh Rasulullah, dan beliau memohon agar yang satu itu diperbanyak, apa itu?

Perbanyaklah bershalawat kepadaku.

Mengapa Rasulullah minta agar kita banyak bershalawat? Kenapa beliau tidak minta amalan yang lain untuk diper banyak?

Mengapa shalawat?

Karena Rasulullah tahu, dengan kita banyak bershalawat, kita akan dijamin mendapatkan syafaat beliau, dan itulah yang beliau inginkan.

Tapi ternyata tidak hanya itu yang akan kita dapatkan!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إن أقربكم مني يوم القيامة في كل موطن أكثركم على صلاة في

الدنيا (رواه البيهقي)

Yang paling dekat denganku di hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku di dunia.

Bahkan ada berita gembira bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada kita, dari Abu Darda' Radhiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة، فإنه مشهود تشهده الملائكة وإن أحدا لن يصلي على إلا عرضت على صلاته حتى يفرغ منها

"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, sesungguhnya ia disaksikan, disaksikan para oleh para malaikat Sungguh, sekali

kali tidaklah salah seorang dari kalian bershalawat kepadaku, kecuali shalawatnya akan ditampakkan kepadaku hingga dia selesai." (HR. Ibnu Majah)

Ini adalah keistimewaan, kekhususan, kelebihan, amalan yang utama, bahkan yang terutama di hari Jumat, dan di malam Jumat, fokus hanya bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Mengapa?

Karena Rasulullah yang berpesan langsung. Rasulullah yang minta

Rasulullah berpesan, perbanyaklah bershalawat kepadaku di malam Jumat dan hari Jumat.

Mengapa khusus pada malam Jumat dan hari Jumat wahai

Rasulullah? Karena shalawat kalian Allah sampaikan kepadaku.

Maka siapa yang ingin dikenal dirinya oleh Rasulullah, siapa yang ingin dikenal keluarganya oleh Rasulullah, perbanyaklah ber shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena nama kita akan langsung sampai kepada beliau.

Dalam riwayat dijelaskan bahwasanya ada malaikat yang betugas membawa shalawat kita kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, ini adalah shalawat dari Fulan bin Fulan!"

Akan sampai! Allahu Akbar!

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dijelaskan,

إن أقربكم مني يوم القيامة في كل موطن أكثركم على صلاة في الدنيا. من صلى علي في يوم الجمعة وليلة الجمعة، قضى الله له مائة

حاجة، سبعين من حوائج الآخرة، وثلاثين من حوائج الدنيا، ثم يوكل الله بذلك ملكا يدخله في قبره كما يدخل عليكم الهدايا يخبرني من صلى على باسمه ونسبه إلى عشيرته فأثبته عندي في

صحيفة بيضاء

"Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku di hari Kiamat di setiap tempat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku di dunia. Siapa yang bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat, maka Allah akan memenuhi 100 hajatnya; 70 hajat akhirat dan 30 hajat dunia, kemudian Allah menyerahkannya kepada malaikat untuk mengantarkan dalam kuburnya layaknya mengantarkan hadiah. Malaikat memberitahuku nama, nasab bahkan keluarganya dari siapa saja yang bershalawat kepadaku, kemudian aku tetapkan catatan di atas kertas putih yang ada padaku." (HR. al-Baihaqi)

Dalam hadits yang lain dijelaskan, bahwa di hari Jumat, kita juga dibolehkan meninggalkan seluruh dzikir untuk fokus bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena memang Rasulullah meminta kepada kita untuk banyak bershalawat kepada beliau di hari Jumat.

Ubay bin Ka'ab Radhiyallahu 'anhu mendapatkan nasihat dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjaga dan mem perbanyak membaca shalawat.

عن أبي بن كعب قال، قلت يا رسول الله إني أكثر الصلاة عليك، تكم أجعل لك من صلاتي؟ فقال، ما شئت، قال، ثلث الربع؟ قال ما شئت، فإن زدت فهو خير لك. قلت، النصف؟ قال، ما شئت، فإن
زدت فهو خير لك، قال، ثلث فالثـلـتـين؟ قال، ما شئت، فإن زدت فهو خير لك. قلت، أجعل لك صلاتي كلها؟ قال، إذا تكفى هـمك ويغفر لك ذنبك، قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح

Ubay bin Ka'ab berkata, "Sesungguhnya aku banyak membaca shalawat untukmu. Maka berapa bagiankah aku pergunakan waktuku untuk shalawat itu?"

Nabi menjawab, "Terserah kamu!"

Ubay berkata, "Bagaimana kalau seperempatnya wahai Rasul?"

Kata Rasul, "Terserah kamu! Dan jika engkau tambah, itu lebih

baik lagi!" Ubay bin Ka'ab berkata lagi, "Ya Rasulullah, kalau begitu, separo

dzikirku akan aku khususkan untuk bershalawat kepadamu,"

Kata Rasulullah, "Terserah kamu! Fa in zidta fahuwa khairul lak.

Tapi jika engkau tambahkan, itu jauh lebih baik lagi!"

Ubay bin Ka'ab berkata lagi, "Ya Rasulullah, kalau begitu, dua pertiga akan aku khususkan untuk bershalawat kepadamu."

Rasul menjawab, "Terserah kamu! Fa in zidta fahuwa khairul lak. "Terserah kamu! Fa in zidta fahuwa khairul lak. Tapi jika engkau tambahkan, itu jauh lebih baik lagi!"

Lalu apa kata Ubay bin Ka'ab?

"Wahai Rasulullah, jika begitu, maka seluruh dzikirku, seluruh waktuku, akan aku khususkan untuk bershalawat kepadamu!" Semua dzikir dan doaku aku khususkan untuk bershalawat kepadamu!

Lalu apa jawab Rasulullah?

"Jika benar engkau melakukannya, maka engkau akan men dapatkan dua hal."

Yang pertama, Akan dicukupi segala urusanmu.

اسان هناك

Yang kedua,

وفر لك الباك

Dosamu akan diampuni. (HR. at-Tirmidzi)

Itulah dua keutamaan bagi siapa saja yang selalu menjaga shalawat.

Apa sesungguhnya yang diharapkan oleh manusia?

Yang diharapkan oleh manusia adalah hidup di dunia tanpa kesusahan, dan hidup di akhirat tanpa dosa. Insya Allah itu semua akan kita dapatkan dengan banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Maka jika di antara kita ada yang punya banyak masalah, atau hajat, lalu memperbanyak membaca shalawat, pasti Allah akan segera mengabulkan hajatnya.

عن التلفيل بن أبي بن كعب، عن أبيه قال، قال رجل، يا رسول الله، أرأيت إن جعلت صلاتي كلها عليك؟ قال، إذن يكفيك الله

تبارك وتعالى ما أهمك من دنياك وآخرتك

Dari ath-Thufail bin Ubay bin Ka'ab, dari ayahnya, ia berkata, ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika shalawatku semuanya aku tujukan untukmu?"

Beliau menjawab, "Beurti Allah Tabaraka wa Ta'ala akan mencukupkan apa yang menjadi keinginanmu, baik masalah duniamu maupun masalah akhiratmu." (HR. Ahmad)

Pembaca yang dirahmati Allah, jika saya sebutkan manfaat dan keutamaan dari bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, insya Allah begitu banyak manfaat yang akan kita dapatkan. Kira-kira lebih dari 100 manfaat. Di antaranya adalah:

Menghilangkan segala kesusahan;

Memberikan kemudahan melunasi utang;

Menyembuhkan penyakit;

Dimudahkan dalam menuntut ilmu;

Mendapatkan syafaat Rasulullah di akhirat;

Mendapatkan 10 kebajikan;

Menjaminkan ampunan dosa;

Diangkat 10 derajat;

Dalam sebuah hadits dijelaskan,

عن أبي طلحة الأنصاري قال، أصبح رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما طيب النفس يرى في وجهه البشر. قالوا، يا رسول الله، أصبحت اليوم طيب النفس يرى في وجهك البشر. قال، أجل، أتاني آت من ربي عز وجل فقال، من صلى عليك من أمتك صلاة كتب الله له عشر حسنات، ومحا عنه عشر سيئات، ورفع له عشر درجات، وردّ

عليه مثلها

Dari Abu Thalhah al-Anshari Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tampak bahagia dan wajah beliau terlihat ceria. Mereka berkata, "Wahai Rasulallah, hari ini engkau tampak bahagia dan berwajah ceria." Beliau bersabda, "Tentu, ada yang datang kepadaku dari Tuhanku yang mengatakan, 'Siapa yang bershalawat kepadamu di antara umatmu satu shalawat, maka Allah menetapkan baginya sepuluh kebaikan, menghapus darinya sepuluh keburukan, dan mengangkat baginya sepuluh tingkatan serta membalasnya dengan seperti shalawatnya." (HR. Ahmad)

Sungguh sangat luar biasa keutamaan bershalawat! Maka bagi orang yang sedang susah, tanyalah kepada dirinya sendiri, apakah sudah memperbanyak membaca shalawat atau belum?

Kalau belum, maka dia akan terus bersama kesusahannya itu.

Tapi kalau ingin jauh dari kesusahan dan kesulitan, per banyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Maka di mana pun kita berada, baik di dalam perjalanan, di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor, perbanyaklah membaca shalawat. Karena ia adalah amalan yang sangat bermanfaat untuk keselamatan kita, dan untuk kebahagiaan kita baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan juga untuk keselamatan keluarga dan keturunan kita.

Terakhir, ketika kita bershalawat, hadirkanlah dalam pikiran kita, bahwa Nabi Muhammad adalah penolong kita di akhirat. Nabi Muhammad lah yang akan membawa syafaat untuk kita. Nabi Muhammad lah yang akan menunggu kita di surga. Nabi Muhammad lah yang akan mendoakan kita saat kita berjalan di atas shirath. Nabi Muhammad lah yang akan menemani kita masuk ke dalam surga. Nabi Muhammad yang tidak pernah lupa kepada kita.

Maka begitu kita bershalawat dengan membawa perasaan dan penghayatan ini, insya Allah akan terasa nikmatnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Apalagi begitu kita membaca shalawat dan salam, Rasulullah menjawab shalawat dan salam kita. Cuma kita tidak mendengar.

Beliau mendengar shalawat kita, beliau mendengar salam kita, tapi kita tidak mendengar jawab beliau.

Insya Allah kalau kita betul-betul bisa merasakan nikmatnya ber shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, kita akan menangis tanpa terasa. Karena memang itulah yang semestinya sudah menguasai hati kita, sudah ada di hati kita, sudah memenuhi rasa cinta di hati kita. Makanya kata Rasulullah, tidaklah sempurna iman seseorang sampai dia mencintaiku lebih dari ibunya, lebih dari bapaknya, lebih dari anaknya, lebih dari hartanya, bahkan lebih dari dirinya sendiri. Barulah sempurna imannya.

Lalu bagaimana kita bisa mencapai kesempurnaan iman seperti ini?

Insya Allah dengan banyak bershalawat, dengan membawa kehadiran kisah-kisah tentang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, barulah akan terasa di dalam hati, posisi Nabi Muhammad akan semakin besar dan semakin mulia di hati kita, sehingga kita akan semakin semangat beribadah, semakin semangat mengamalkan sunnah-sunnah beliau, semangat mengamalkan akhlak-akhlak beliau, dan insya Allah kita akan semakin baik di mata Allah dan di mata manusia.

Munawir M. Kaili
Munawir M. Kaili A Father | Who dedicated his life to his Religion, family and Nation.


close