Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kunci Sukses Politik Nabi Muhammad SAW

Dalam Kehidupan sehari-hari pastinya kita telah terlibat dalam kegiatan politik baik itu disadari ataupun tidak disadari, setiap orang pasti akan menjadi bagian dari Proses dan Komponen Politik Itu Sendiri, Lalu Bagaimanakah Kunci Sukses Politik Menurut Nabi Muhammad SAW ? Agar setiap muslim tidak salah kaprah dalam berpolitik utamanya dinegara indonesia yang kita cintai ini.

Kunci Sukses Politik Nabi Muhammad

Sebagai seorang muslim tentunya segala tindak tanduknya harus berdasar pada tuntunan Nabi Muhammad SAW, jangan sampai terpengaruh dengan adanya paham sekuler yang memisahkan agama dan politik sehingga menggiring kepada kesesatan berpikir tentang politik islam itu sendiri. dalam Qur'an Surah Al-Ahzab Ayat 21, Sebagai Berikut :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (21) 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab[33]: 21)

1. Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam adalah satu-satunya tokoh dalam sejarah manusia yang mampu melakukan 3 hal yang sangat penting

  • Ia membentuk suatu bangsa (negara) dari suku-suku yang saling bermusuhan, saling membenci dan hobby berperang, akhirnya mencapai persaudaraan yang belum pernah ada tandingannya sepanjang waktu.
  • Ia menegakkan suatu peradaban yang mampu hidup berabad-abad (lebih 1.000 tahun) dan menjadi pusat kekuasaan di tengah-tengan dunia.
  • c.  Ia membina suatu agama yang dianut miliyaran umat manusia yang dipeluk secara ikhlas oleh bangsa Arab dan Non-Arab dan yang berkulit Putih, Hitam, Kuning dan yang lain-lain

2.  Nabi Muhammad adalah sosok manusia yang memiliki kehebatan yang  luar biasa, dia adalah seorang Rasul, legislator, orator, negosiator ulung, panglima perang, filsuf yang handal, pembaharu, pemimpin keagamaan, pendiri lebih dari 20 wilayah negara yang berasas agama.

3.  Nabi Muhammad sosok pemimpin yang dicintai oleh rakyat jelata, disegani oleh musuh, yang memiliki kekuasaan amat besar yang keberhasilan militernya sulit ditandingi.

4.  Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah sang pemimpin tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa gaji dan tunjangan tetap.

5.  Nabi Muhammad sosok pemimpin yang tidak pernah surut penghormatan kepadanya baik ketika hidupnya bahkan telah sampai telah wafatnya cinta pendukung dan pengikutnya tidak pernah surut dan kendor.

Lalu Apa Kunci Sukses Politik Nabi Muhammad SAW ?

A. Politik Nabi Muhammad Berorientasi Akhirat

Berorientasi akhirat kunci sukses politik Rasulullah adalah penanaman mentalitas perjuangan kepada para pengikutnya yang senantiasa berorientasikan akhirat.

Faktor tujuan akhiratlah yang mendukung dan memperkuat rasa tanggung jawab para pengikutnya sehingga mental jihad pun sangat kuat.

Dengan orientasi akhirat mereka betul-betul yakin bahwa seluruh kebijakan, ucapan, dan perbuatan mereka akan diperhadapkan dihadapan Allah.

Dengan orientasi politik untuk akhirat mereka memiliki semangat berpolitik untuk beramal sehingga ujung gerakan politiknya menghasilkan amal shaleh.

Dengan politik orientasi akhirat mereka berjuang mendapatkan Surga lewat politiknya dan dengan orientasi akhirat mereka takut berbuat zhalim karena akan berhadapan dengan adzab yang pedih.

Politik orientasi akhirat melahirkan antara sikap khauf (cemas) dan raja’ (berharap), jadi antara takut dan harap kepada adzab dan rahmat Allah.

Dengan orientasi akhirat, politik mereka senantiasa mengedepankan keridhaan Allah bukan keridhaan manusia (makhluk).

Dengan orientasi akhirat, kenikmatan yang diutamakan bukan kenikmatan dunia yang sesaat lagi sedikit tetapi kenikmatan untuk yang kekal dan banyak.

Dengan orientasi akhirat Rasululah dan para sahabatnya siap menghadapi kesulitan di dunia dan seluruh resiko kepahitannya dalam memperjuangkan politiknya.

B. Bertanggung Jawab Terhadap Beban Ummatnya

 لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128(

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS. At-Taubah[9]: 128)

Salah satu kekuatan kepemimpinan Rasulullah adalah tidak pernah meninggalkan ummatnya berjuang sendiri dan menanggung resiko penderitaan ummat secara bersama.           

Para sahabat seperti Bilal ditindis dengan batu besar dan dijemur di tengah panasnya sengatan terik matahari, Yasser dibantai, seorang Ibu yang bernama Sumayya ditusuk dengan sebatang tombak hingga meninggal dan penyiksaan, penindasan, dan sederet tindakan keji lainnya, namun Rasulullah bukan diam dan berlepas diri tetapi beliau mendapatkan penderitaan dan tantangan yang hampir sama.

Rasulullah dalam menjalankan risalah dakwah dan politiknya teramat berat yang diderita oleh sahabat dan ummatnya dalam perjuangannya.

Rasulullah pernah mengalami embargo ekonomi akibatnya Rasulullah dan sahabat serta keluarganya mengalami kelaparan tapi semua itu bukan lantas Rasulullah kenyang sendiri tetapi beliau pun merasakan apa yang dirasakan oleh sahabatnya.

Politik Rasulullah bukan hanya mampu membagi kesenangan bersama tetapi beban perjuangan ditanggung bersam, bandingkan dengan pejuang politik hari ini, bandingkan orang yang berpolitik pada zaman sekarang

C. Berpolitik Yang Simpatik

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memimpin manusia dengan penuh simpati dengan kepribadian akhlak yang mulia.

Dengan akhlak yang mulia itulah pengikutnya tertarik dan simpatik dengan penuh cinta yang tulus bukan cinta yang dibuat-buat, bukan dukungan karena materi, bukan tim sukses yang hanya haus jabatan tetapi betul-betul karena daya tarik watak yang mulia.     

Rasulullah membangun politiknya dengan memiliki sifat kejujuran yang tidak diragukan oleh siapa pun termasuk musuh-musuhnya.

Politik kejujuran yang penuh amanah yang tak satu pun kalimat yang beliau ucapkna kecuali mereka yakini akan kebenarannya bukan hoax dan blunder semata.

Politik Rasulullah bukan politik kebohongan yang hanya mengejar pencitraan akan tetapi politik yang tulus yang mendahulukan keridhaan Allah yang dibingkai dengan sifat-sifat yang mulia.

Lalu bagaimana dengan gaya politik pada zaman sekarang ? Masih adakah akhlak yang mulia dan kejujuran ?

D. Politik yang Memaafkan

... وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ... (134)

... Dan mema'afkan (kesalahan) orang. ... (QS. Ali Imran[3]: 134)

1.  Ketika orang-orang musyrik melemparkan kotoran  ke atas kepala Rasulullah yang sedang sujud, beliau mendoakan orang yang memperlakukannya tersebut dengan doa yang baik bukan membalas dan menghukumnya pula tetapi Nabi membalas dengan doa.

2.  Ketika Rasulullah berdakwah ke Thaif, beliau dilempari batu sampai sebagian anggota tubuhnya luka lalu Rasulullah membalas lawan politiknya dengan doa.

3.  Ketika Nabi diracuni oleh seorang Yahudi dan setelah beliau mengetahui pelakunya beliau memaafkan lawan politiknya.

4.  Ketika pembunuh Hamzah ra, paman dan pendukung politik Rasulullah, sang paman yang sangat dicintai dibunuh oleh musuh politiknya beliau pun meminta dimaafkan.

5.  Rasulullah memaafkan Abdullah bin Ubay bin Salul, musuh politik Nabi yang paling berbahaya namun Rasulullah memafkannya.

6.  Rasulullah memaafkan Sumamah bin Atsal, sang lawan politiknya, begitu juga memaafkan Hatib bin Abu Balta’ah demikian pula ikrimah bin Abu Jahal yang pernah menjadi musuk politik Rasulullah, demikian pula seorang Yahudi yang pernah menyihir beliau.

Masih Adakah Pejuang Politik Hari Ini Yang Rela Memaafkan, Bukan Menyingkirkan, Memenjarakan Dan Bentuk-Bentuk Kekejaman Lainnya ???


close
banner